Mengenal Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja, Menteri Perhubungan ke-3 RI

Tanggal Berita : 10 Nov 2020

Mengenal Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja, Menteri Perhubungan ke-3 RI

Pahlawan merupakan salah satu aktor terpenting yang berpengaruh pada proses perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Peran mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia baik sebelum atau setelah merdeka layak mendapatkan apresiasi dari semua elemen masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu sebagai bentuk apresiasi tersebut pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Salah satu pahlawan yang berjasa dalam perjuangan bangsa Indonesia pasca kemerdekaan adalah Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja. Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, tanggal 14 Januari 1911, anak pertama dari pasangan Raden Kartawidjaja dan Nyi Monat ini mengawali pendidikannya dengan bersekolah di Holland Indlandsch School (HIS) yang juga merupakan tempat ayahnya Raden Kartawidjaja mengajar. Selesai mengenyam pendidikan sekolah dasar di HIS beliau kemudian melanjutkan ke Europesche Lagere School (ELS) dan Hoogere Burgerschool te Bandoeng (HBS) sebelum melanjutkan kuliah di ITB serta lulus tahun 1933.

Beliau sempat menjabat sebagai Menteri Perhubungan Indonesia pada 2 periode yaitu 2 Oktober 1946 – 4 Agustus 1949 dan 6 September 1950 – 30 Juli 1953. Pada tanggal 9 April 1957, beliau terpilih menjadi Perdana Menteri Indonesia ke-10 menggantikan Ali Sastroamidjojo. Selama kurang lebih 2 tahun menjabat sebagai Perdana Menteri, Djoeanda terkenal dalam cetusannya yaitu Deklarasi Djoeanda yang menegaskan wilayah kedaulatan maritim Indonesia untuk kemudian diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Dalam Deklarasi Djoeanda sendiri ada beberapa poin yang terlampir yaitu, Indonesia mempunyai corak tersendiri sebagai negara kepulauan serta merupakan satu kesatuan sejak dahulu kala dan juga menentang ketentuan ordonansi 1939 yang dianggap dapat memecah belah keutuhan NKRI.

Djoeanda meninggal dunia di Jakarta, 7 November 1963 karena serangan jantung dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Atas jasanya terhadap tercapainya kedaulatan NKRI, pemerintah menetapkan beliau sebgai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Nama beliau juga diabadikan di berbagai fasilitas umum, salah satunya adalah Bandar Udara Juanda di Surabaya, Jawa Timur, Stasiun Kereta Api Juanda dan sebagai nama jalan salah satunya Jl. Ir. Juanda di bilangan, Jakarta Pusat. Selain diabadikan sebagai nama di berbagai fasilitas umum pemerintah, Djoeanda juga diabadikan dalam pecahan uang Rp50.000,- yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.



Penulis : Dishub Kab Wonogiri
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Gallery Foto

21-10-13_uji_coba_JLK_2.jpg21-10-12_kadis_memonitor_jalannya_pengujian_1.jpg21-10-07_uji_coba_JLK_1.jpg21-9-24_ASDP.jpg21-9-17_harhubnas.jpg21-9-16_giat_sosialisasi_protokol_kesehatan.jpg
Lihat Semua Foto

Video

Lihat Semua Video

Temukan juga kami di

Ikuti kami di Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kepala Dinas

WALUYO, S.Sos, M.M.
NIP. 196702201988031006

Polling

Bagaimana menurut anda tentang penyampaian informasi di website ini?
  Sudah sesuai harapan
  Cukup sesuai harapan
  Belum sesuai harapan

Statistik Pengunjung

Hari Ini : 138 pengunjung
Bulan Ini : 9708 pengunjung
Total: 197235 pengunjung
 
Hits Hari Ini : 635 kunjungan
Total Hits : 713790 kunjungan
 
Sedang Online : 14 pengunjung