• Hari Ini Minggu,


Hacked by hunterhost || Security Ghost

Pencarian

Kepala Dinas Perhubungan


ISMIYANTO, S.H., M.H.

Twitter

Facebook

Polling

Bagaimana menurut anda tentang penyampaian informasi website ini?
Sudah sesuai harapan
Cukup sesuai harapan
Belum sesuai harapan

Lihat

Banner

Statistik Pengunjung

Hari ini : 20 pengunjung
Bulan ini : 660 pengunjung
Total : 9020 pengunjung

Hits hari ini : 71 kunjungan
Total hits : 35945 kunjungan

Sedang online : 2 pengunjung
IP pengunjung : 54.234.255.29

HELIKOPTER BASARNAS JATUH, KEMENHUB KIRIM TIM BANTU INVESTIGASI

Tanggal 03 Juli 2017

Nasional

Dibaca: 2 kali

JAKARTA - Helikopter Basarnas tipe AS36 dengan nomor registrasi HR3602 terjatuh di Gunung Butak Kabupaten Temanggung pada Minggu (2/7), Kementerian Perhubungan RI menyampaikan bela sungkawa dan langsung mengirimkan tim untuk membantu pelaksanaan investigasi sesuai kebutuhan terkait penyebab kecelakaan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menyampaikan bahwa helikopter tersebut terjatuh saat akan melaksanakan tugas pemantauan udara erupsi Kawah Sileri di wisata Pegunungan Dieng, Banjarnegara.

“Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Korban wafat ketika mengemban tugas negara dan dalam misi kemanusiaan, semoga menjadi pahala bagi mereka dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso di Jakarta Senin (3/6).

“Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Korban wafat ketika mengemban tugas negara dan dalam misi kemanusiaan, semoga menjadi pahala bagi mereka dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso di Jakarta Senin (3/6).

Ia menambahkan bahwa pihaknya langsung mendapat arahan Menhub Budi Karya Sumadi untuk mengirimkan tim membantu sesuai kebutuhan, mengingat Helikopter tersebut beregistrasi NON PK sehingga Kemenhub tidak memiliki kewenangan.

“Laporan awal kronologi kejadian ini telah kami terima dari AirNav Indonesia. Pak Menhub langsung memberi instruksi agar segera mengirim tim membantu untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan segala sesuatu yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Data AirNav Indonesia menyebutkan kejadian hilang kontak registrasi HR3602 yang berangkat pada pukul 16.03 WIB dengan rute Semarang-Dieng melalui rute Radial 245 dan diperkirakan tiba pada pukul 16.20 WIB.

Kontak terakhir petugas Air Traffic Controller (ATC) AirNav Indonesia dengan pilot HR3602 dilaporkan terjadi pada pukul 16.11 WIB, pada ketinggian 3.000 kaki dan telah menempuh jarak 14 NM. Petugas ATC menginstruksikan pilot HR3602 untuk kembali melapor pada saat telah menempuh jarak 30 NM, akan tetapi laporan tidak diterima. Pada pukul 16.45 WIB petugas ATC kembali mencoba melakukan kontak dengan HR3602 namun tidak berhasil, sehingga HR3602 dinyatakan hilang kontak. Pada pukul 18.30 WIB didapatkan informasi bahwa HR3602 telah ditemukan di Desa Canggal Bulu, Candiroto, di area perbukitan Gunung Butak, Kabupaten Temanggung. Keadaan cuaca dilaporkan cerah pada saat kejadian tersebut.

HR3602 membawa delapan orang termasuk 4 orang crew helikopter dan empat orang personil Basarnas dengan pilot pada penerbangan tersebut adalah Kapten Laut Haryanto. Mengingat kepemilikan adalah TNI dan pengoperasiannya dibawah komandan Basarnas maka kewenangan investigasi adalah tunduk pada ketentuan militer.

Investigasi akan dilakukan oleh TNI, Kementerian Perhubungan akan mendukung sepenuhnya teknis pelaksanaan dilapangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, AirNav Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk membantu proses investigasi yang akan dilakukan. Direktur Operasional AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirim laporan awal kronologi jatuhnya HR3602 kepada Ditjen Perhubungan Udara dan akan berbagi data-data lain terkait dengan kejadian tersebut kepada pihak berwenang jika diperlukan. (SD/ME/AS)

Baca Juga

 

Copyright © 2017 by Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri